oleh: Shoffin arfian
Shoffinarfian10@gmail.com
CAB. BLIMBING
Pada saat sepeniggal rasulullah nabi Muhammad S.A.W yang meninggal pada 12 rabiul awwal bulan hijiriah para sahabat berdiskusi di yasrib yang kala itu semenjak nabi hijrah berganti nama menjadi kota madinah al mukarromah.
Kaum muhajirin dan kaum anshar berdiskusi siapa yang paling berhak menggantikan Nabi Muhammad sebagai pemimpin. Yang perlu diketahui bahwa khalifah secara arti bukan pemimpin tetapi penganti.
Pada saat itu kaum anshar mengusulkan Saad ibn Ubadah sebagai penganti Rasulullah. Mendengar itu Abu Bakr angkat bicara, ia mengatakan bahwa
yang paling pantas menggantikan rasulullah itu adalah dari kaum quraisy dari garis nasab atau keturunan dari nabi sendiri.
Kemudian ia menunjuk Umar ibn Khattab dan Abu Ubadah bin Zarrah.
Umar lalu ber pendaat bahwa tidak ada yang pantas yang layak memimpin atau mengganti Nabi Muhammad selain Abu Bakr. Akhir nya semua sahabat sepakat untuk membaiat Abu Bakr Ash Sidiq sebagai khalifah pertama.
Selama kekhalifahan Abu Bakr banyak tantangan tantangan yang dihadapi, salah satunya yaitu munculnya nabi palsu. Salah satu diantara nama nya ialah Musailamah AL Khazab  ( pembohong besar). Maka dengan ketegasan Abu Bakr hendak memerangi nabi palsu tersebut.
Maka terjadilah perang yamamah yang terjadi di teluk yamamah di bawah panglima Khalid ibn Walid yang sudah masuk islam tentunya yang di juluki pedang Allah. Banyak diantara nya sebanyak 70 orang penghafal al quran syahid di jalan allah. diantaranya Abu Hudaifah dan Zaid ibn Khatab saudara umar ibn khatab.
Mendengar itu, Umar memberi gagasan kepada khalifah Abu Bakr untuk tulisan tuisan al quran yang tertulis di pelepah kurma kulit hewan dan tulang tulang sengera dibukukan agar menjaga di kemudian hari al quran tetap utuh. Awal nya khalifah Abu Bakr ragu sebab rasulullah tidak pernah melakukan perbuatan tersebut.
Namun setelah merenung demi menjaga firman allah agar tetap utuh akhirnya khalifah Abu Bakr setuju dan tugas ini ditunjukkan kepada seseorang yang amanah yaitu Zaid ibn Tsabit.
Maka sejak itu sampai sekarang terbentuk lah mushaf AL-QURAN.
SUMBER PUSTAKA
@menitakhir7496