Sukoharjo, 21 Juli 2025 — Suasana khidmat menyelimuti aula Islamic Center Muhammadiyah–‘Aisyiyah Cabang Blimbing selama dua hari penuh, 19–20 Juli 2025. Sebanyak 95 guru PAUD ‘Aisyiyah dan guru putri dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Cabang Blimbing mengikuti kegiatan Baitul Arqam, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Blimbing melalui Majelis Pembinaan Kader.
Kegiatan ini bukan sekadar pembinaan rutin, melainkan menjadi momentum strategis dalam penguatan ruh ideologis dan spiritual bagi para pendidik, mereka yang berada di garda terdepan dakwah Muhammadiyah melalui jalur pendidikan. Mengusung tema “Baitul Arqam sebagai upaya Peneguhan Ideologi Kader ‘Aisyiyah dalam Mewujudkan Agilitas Organisasi yang Mampu Beradaptasi dengan Perubahan di Era Disrupsi,” menjadi titik balik untuk menyadarkan kembali hakikat peran para guru sebagai kader dakwah dan agen perubahan.
Ketua PCA Blimbing, Nur Husna, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk menghidupkan kembali ruh organisasi yang mungkin mulai meredup di tengah rutinitas. “Guru di AUM tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga kader dakwah. Mereka harus memahami visi besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah serta menjaga keikhlasan dalam menunaikan amanah pendidikan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa para peserta diharapkan kembali ke sekolah masing-masing dengan semangat baru, ruhul ikhlas yang menyala, dan tekad yang kuat untuk meneguhkan peran mereka sebagai pendidik dan pencerah peradaban.
Senada dengan itu, Sekretaris PCM Blimbing, Andika Rahmawan, menyampaikan bahwa Baitul Arqam ibarat rumah perjuangan, seperti Darul Arqam di masa Nabi Muhammad SAW. Tempat kader dikuatkan sebelum kembali ke medan dakwah. “Guru bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk akhlak, menjaga akidah, dan menanamkan nilai-nilai Islam,” ujarnya.
Selama dua hari, para peserta menerima empat materi inti sebagai fondasi gerakan ideologis Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah: Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) oleh Sholahuddin Sirizar, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) oleh Haidar Mubarok, Masalah Lima Muhammadiyah oleh Halimah Dewi Aristyati dan Risalah Perempuan Berkemajuan oleh Nur Husna.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi kelompok, studi kasus, hingga sesi refleksi. Format ini menjadikan forum bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga ruang untuk berbagi pengalaman dan saling menguatkan antarpendidik.
Materi MKCH menjadi titik awal penggalian ideologi Muhammadiyah, memperteguh kembali keyakinan akan cita-cita luhur gerakan ini. Materi PHIWM membekali peserta dengan nilai-nilai hidup Islami yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Materi Masalah Lima Muhammadiyah menegaskan pentingnya keseimbangan antara agama, dunia, ibadah, jihad dan ijtihad. Risalah Perempuan Berkemajuan menempatkan perempuan sebagai aktor utama perubahan sosial, bukan sekedar pelengkap gerakan dakwah.
Salah satu kekuatan kegiatan ini adalah sesi refleksi terbuka, tempat para peserta menyuarakan berbagai tantangan di lapangan, dari membina karakter siswa hingga pentingnya pembinaan spiritual yang berkelanjutan. Dari ruang refleksi itu pula muncul semangat baru, gagasan segar, dan sinergi lintas lembaga pendidikan AUM.
Sebagai penyegaran ruhiyah, peserta diajak melaksanakan sholat tahajud berjamaah yang dilanjutkan dengan kajian Al-Qur’an. Penguatan jasmaniyah juga dilakukan melalui jalan sehat pagi, yang menjadi bentuk syiar kepada masyarakat bahwa dakwah juga membutuhkan tubuh yang sehat dan semangat yang tangguh.
Menjelang akhir kegiatan, para peserta menyepakati satu tekad bersama: bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah bukan sekadar profesi, tetapi medan dakwah dan pengabdian. Sebuah pesan yang menggema kuat dan menyentuh hati: “Berjalanlah di Muhammadiyah dan besarkanlah is denganmu.”
Baitul Arqam PCA Blimbing menjadi bukti nyata bahwa pembinaan kader bukan hanya membentuk kompetensi, tetapi juga membangun komitmen ideologis dan spiritualitas yang kokoh untuk mencetak guru yang tidak hanya mendidik, tetapi juga mencerahkan.
Kontributor : Shofi/LPPA PCA