MTs Muhammadiyah Blimbing Resmi Bertransformasi Menjadi MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo

DSCF2459
Bagikan Juga Ke

Sukoharjo — MTs Muhammadiyah Blimbing resmi bertransformasi dan berganti nama menjadi MTs Muhammadiyah Pondok Pesantren Imam Syuhodo. Perubahan nomenklatur Berdasarkan Surat Keputusan pada tanggal 4 November 2025 ini diharapkan mampu memperkuat peran madrasah dalam mendukung dakwah serta perjuangan Persyarikatan Muhammadiyah di bidang pendidikan.

Direktur Pondok Pesantren Imam Syuhodo, Sholahuddin Sirizar, menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Imam Syuhodo merupakan bagian dari amal usaha Muhammadiyah yang seluruh visi dan misinya sejalan dengan arah gerak dan perjuangan Persyarikatan, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam.

Ia menjelaskan, saat ini Pondok Pesantren Imam Syuhodo telah menaungi berbagai unit pendidikan, mulai dari TK, SD, MTs, SMP, SMA, hingga SMK. Selain itu, juga telah dibuka SMA non-pondok sebagai bentuk respons atas kebutuhan dan antusiasme masyarakat terhadap pendidikan menengah atas berbasis Muhammadiyah.

“Kami senantiasa berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah, termasuk Kementerian Agama, dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jalur pendidikan,” ungkap Sholahuddin.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Pondok Pesantren Imam Syuhodo sebagai pelaksana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bekerja sama dengan BPKM, serta dukungan pemerintah dalam berbagai kebijakan pendidikan.

Terkait perubahan kelembagaan, Sholahuddin menyampaikan bahwa pergantian nama MTs Muhammadiyah Blimbing menjadi MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo telah memperoleh izin resmi. Perubahan ini diharapkan dapat semakin memperkokoh identitas dan kontribusi madrasah dalam mendukung misi Persyarikatan Muhammadiyah.

“Kami berharap seluruh ikhtiar ini membawa keberkahan, kemajuan, dan kebaikan bersama, baik bagi Persyarikatan, pemerintah, maupun masyarakat luas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, Imam Waladi, menekankan pentingnya transformasi tata kelola lembaga pendidikan Islam agar tetap relevan di tengah dinamika zaman. Menurutnya, kemajuan madrasah tidak dapat bergantung pada figur individu semata, melainkan harus ditopang oleh kekuatan kolektif.

“Solidkan tim. Tidak ada Superman atau Wonder Woman. Tidak mungkin sebuah lembaga pendidikan bisa maju hanya karena satu orang. Harus ada teamwork yang kuat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Menurutnya, stagnasi sering terjadi karena kurangnya inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan lembaga.

“Madrasah yang tidak maju umumnya karena enggan keluar dari zona nyaman, minim kreasi, dan kurang inovasi. Jika tidak segera memperluas jejaring, kita akan tertinggal,” tambahnya.

Selain itu, Imam Waladi menyoroti pentingnya kematangan mental dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan. Ia berpesan agar setiap permasalahan yang muncul segera dicarikan solusi tanpa menimbulkan tekanan berlebihan.

“Jika solusi sudah ditemukan, segera dieksekusi. Hidup pasti ada masalah, yang penting terus evaluasi dan menjaga hati agar tidak stres. Bagi orang beriman, selalu ada hikmah dan nikmat dalam setiap keadaan,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Imam Waladi menekankan bahwa keberhasilan jangka panjang lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan. Ia mendorong madrasah untuk memiliki tim yang visioner dalam menyusun skala prioritas pengembangan.

“Kuncinya ada pada perencanaan. Harus ada personel yang visioner untuk merancang masa depan lembaga, kemudian dikaji bersama mana yang menjadi prioritas untuk dilaksanakan secara bertahap,” pungkasnya.

 


Bagikan Juga Ke

Ikuti kami

@pdmSukoharjo