SUKOHARJO. Kader Nasyiatul Aisyiyah Sukoharjo, Husna Khonsa Rosyada, turut ambil bagian dalam kegiatan Silaturahmi Idul Fitri 1447 H/2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Resiliensi Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Dalam kegiatan yang diikuti oleh jejaring relawan kebencanaan Muhammadiyah se-Indonesia tersebut, Husna dipercaya sebagai qoriah atau pembaca Al-Qur’an pada sesi pembacaan Kalam Ilahi.
Kegiatan yang berlangsung pada 26 Maret 2026 pukul 15.00 WIB hingga selesai ini menjadi momentum silaturahmi Idul Fitri sekaligus penguatan jejaring kerja kemanusiaan di lingkungan Muhammadiyah. Kehadiran Husna Khonsa Rosyada sebagai qoriah dalam forum nasional tersebut menjadi bukti bahwa perempuan Muhammadiyah memiliki ruang dan kapasitas untuk tampil di berbagai bidang.
Perempuan Muhammadiyah tidak hanya aktif berperan di balik layar dalam berbagai aktivitas organisasi, dakwah, dan kemanusiaan, tetapi juga mampu tampil di ruang publik membawa pesan-pesan keislaman yang menyejukkan. Penampilan Husna dalam membacakan ayat suci Al-Qur’an menjadi bagian penting yang membuka rangkaian acara dengan nuansa spiritual yang khidmat.
Rangkaian kegiatan Silaturahmi Idul Fitri 1447 H/2026 LRB–MDMC diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi, kemudian pembacaan ikrar Halal bihalal oleh Ustadz Dede Haris Sumarno, lalu masuk sesi pemaparan dari para narasumber.
Pada sesi pertama, Budi Setiawan, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center PP Muhammadiyah, menyampaikan Tausiyah Syawal yang menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan pengabdian pasca-Ramadan dalam gerakan kemanusiaan.
Selanjutnya, Pangarso Utomo, Plt. Deputi Pencegahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara BNPB dan MDMC dalam berbagai upaya penanggulangan bencana di Indonesia.
Sesi berikutnya menghadirkan Amien Widodo, pakar geologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yang memaparkan update potensi ancaman bencana di Indonesia serta strategi mitigasi yang perlu diperkuat di masa mendatang.
Kegiatan ini kemudian ditutup dengan harapan agar silaturahmi Idul Fitri ini semakin mempererat hubungan antarrelawan serta memperkuat komitmen Muhammadiyah dalam gerakan kemanusiaan dan pengurangan risiko bencana di Indonesia.
Partisipasi Husna Khonsa Rosyada sebagai qoriah dalam forum nasional tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata bahwa kader perempuan Muhammadiyah mampu hadir, berkiprah, dan memberi kontribusi nyata baik dalam kerja-kerja organisasi maupun tampil di ruang publik membawa nilai-nilai Al-Qur’an dan dakwah pencerahan. Ninin Karlina