Menghadirkan Makna Ibadah Dalam Peradaban Utama

Bagikan Juga Ke

Oleh: Ust. Prof. Din Syamsudin, M.A, Ph.D

(Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Periode 2005-2015)

Peradaban utama adalah istilah yang sering digunakan oleh Muhammadiyah. Masyarakat islam yang sebenar-benarnya, merupakan tujuan Muhammadiyah. High Civilization, yang berarti peradaban tingg/utama. Istilah Madinah (Yatsrib) sama dengan At-Tamaddun (Peradaban), atau lebih dikenal dengan istilah “Madani”. Rasulullah SAW membangun Madinah didalamnya juga membangun al-ummah al-islamiyah

3 Kriteria sebuah ummat:

  • Didalamnya ada persamaan

Tidak ada perbedaan diantara manusia. Semua manusia itu sama. Hal ini diajarkandalam islam. Atas dasar ukhuwah islamiyah

  • Keadilan

Keadilan lebih dekat kepada takwa. Jangan karena kebenaran terhadap sesuatu kelompok lalu kia berbuat adil. Hal ini sangat ditegaskan dalam islam

  • Bermusyarah

Dalam Bermasyarakat, ketika ada perbedaan pendapat maka musyawarahla. Dengan musyawarah lah bentuk perbedaan/permasalahan bisa diselesaikan

3 hal itu yang harus dibangun dalam sebuah ummat. Maka setelah umat terbangun, mulailah untuk membangun sebuah peradaban. Umat silam mendorong agar bisa menjadi umat yang maju. Dan hal ini pun dilakukan juga oleh rasulullah SAW dalam membangun Madinah, dari awalnya Tatsrib menjadi Madinah, bahkan memiliki predikat Al-munawaroh

و ما خلقت الجن و الانس الا ليعبدون (56)

Artinya:

“Dan tidaklah kami menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah”

Kata beribadah disini menggunakan fi’il mudhori’ yang berarti sedang dilakukan. Maka arti ayat yang tepat itu adalah untuk beribadah secara terus menurus.Karena ibadah bukanlah terminal terkahir. Namun, ibadah adalah awal untuk menjalankan ibadah-ibadah lainnya.

Ibadah akan kelihatan hasilnya ketika berada diluar waktu ibadah tersebut. Seharusnya dengan beribadah menjadikan kita sebagai ta’abbud. Yaitu, dengan ibadah, kita mengharap agar menjadi kita samakan dekat dengannya. Dan semakin kita dekat dengannya, diharapka dapat membentuk [pribadi yang memiliki husnul khuluq. Dan menyebarkan nlai-nilai keislaman tersebut. Hal itulah yang akan menjadikan sebuah masyarakat yang mulia. Dimana masyarakat yang mulia itulah yang aklan membentuk Peradaban Utama

____________________________________________________

  • Summarized by

Moreno & Imron Faathir

(Tim Jurnalistik Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo)

  • full Video Youtube TabligmuTV:

Bagikan Juga Ke

Ikuti kami

@pdmSukoharjo