The Journey to Happiness: MTs Muhammadiyah Tawangsari Bagikan 132 Paket Beras di Pesantren Ramadhan 1447 H

WhatsApp Image 2026-03-31 at 09.58.52
Bagikan Juga Ke

SUKOHARJO – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, MTs Muhammadiyah Tawangsari menggelar kegiatan Pesantren Kilat yang penuh makna. Mengusung tema filosofis “ The Journey to Happiness with Islam ”, kegiatan ini berlangsung khidmat selama dua hari, mulai Jumat hingga Sabtu, 13–14 Maret 2026, dengan diikuti oleh seluruh siswa yang berjumlah kurang lebih 300 orang.

​Rangkaian kegiatan hari pertama, Jumat (13/03), dibuka dengan materi penguatan ibadah yang disampaikan oleh Bapak Sutardi, S.Ag. Dalam sesinya, beliau membekali para siswa dengan ilmu pengetahuan agama, khususnya mengenai amalan ibadah praktis untuk menyelesaikan permasalahan hidup sehari-hari.

​Seusai penyampaian materi, agenda langsung dilanjutkan dengan aksi nyata kepedulian sosial. Sebanyak 132 paket beras zakat fitrah dibagikan secara serentak kepada warga sekolah serta para tetangga di lingkungan sekitar sekolah. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh perwakilan siswa dengan didampingi oleh guru pembimbing.

​Kepala MTs Muhammadiyah Tawangsari, Bapak Nardi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pembagian sembako ini adalah bentuk implementasi nyata dari materi yang disampaikan. “Kami ingin siswa menemukan konsep kebahagiaan melalui berbagi. Dengan membagikan 132 paket beras ini, mereka belajar langsung arti empati dan tanggung jawab sosial terhadap sesama di lingkungan terdekat kita,” ujar Bapak Nardi dalam sambutannya.

​Memasuki hari kedua, Sabtu (14/03), suasana pesantren menjadi lebih dinamis dengan hadirnya rekan-rekan dari Rohis SMANTA (SMA Negeri 1 Tawangsari). Sesi ini difokuskan pada pengembangan diri dan kesehatan mental spiritual melalui materi “Who Am I” (Aku Siapa). Para siswa diajak melakukan tadarus, diskusi kelompok, hingga presentasi untuk menemukan identitas diri dan menumbuhkan rasa bangga sebagai muslim di tengah arus platform digital.

​Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan perubahan mindset pada diri siswa dalam menghadapi beragam masalah, sehingga kondisi mental mereka menjadi lebih sehat dan bahagia. Salah satu pemateri dari Rohis SMANTA menyampaikan bahwa menjadi remaja cerdas berarti mampu menempatkan Islam sebagai pedoman hidup yang hakiki untuk meraih kebahagiaan sejati.

​Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto tiap kelas. Melalui kegiatan ini, MTs Muhammadiyah Tawangsari di bawah kepemimpinan Bapak Nardi berkomitmen mencetak generasi muda Islam yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki mental yang tangguh serta kepekaan sosial yang tinggi.

Janan Qoni’ah


Bagikan Juga Ke