MTs Muhammadiyah Tawangsari Perkuat Sinergi Orang Tua dan Madrasah untuk Pendidikan Karakter

08c3344e-e318-444a-9b60-1b880ae1a9bd
Bagikan Juga Ke

SUKOHARJO — Pendidikan karakter anak tidak cukup hanya dibangun di ruang kelas. Sinergi orang tua dan madrasah menjadi kunci agar nilai kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab tumbuh secara konsisten di rumah maupun di sekolah.

Pesan tersebut mengemuka dalam agenda Silaturahmi dan Sosialisasi Program Madrasah Tahun Pelajaran 2026/2027 yang digelar MTs Muhammadiyah Tawangsari, Sukoharjo, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan ini mempertemukan ratusan orang tua atau wali siswa dengan jajaran madrasah untuk menyamakan visi pendidikan dan pengasuhan anak.

Pertemuan berlangsung di aula madrasah dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti wali siswa kelas 8 dan 9 pada pukul 07.30–10.30 WIB, sedangkan sesi kedua diikuti wali siswa kelas 7 pada pukul 12.30–15.00 WIB.

Pendidikan Karakter Dimulai dari Rumah

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tawangsari, Drs. H. Muh. Subekti, mengingatkan bahwa pendidikan anak merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, orang tua tidak dapat menyerahkan seluruh proses pendidikan kepada sekolah.

Menurut Subekti, waktu anak bersama sekolah hanya sebagian dari keseluruhan waktunya dalam sehari. Sebagian besar waktu justru berlangsung bersama keluarga.

“Menyekolahkan anak adalah sebuah investasi. Namun ingat, orang tua tidak boleh ‘memborongkan’ atau menyerahkan seluruh proses pendidikan anak bulat-bulat kepada pihak sekolah. Sekolah dan rumah harus berada dalam satu komando,” tegas Subekti di hadapan para wali murid.

Ia juga mengajak orang tua memperhatikan setiap perilaku dan kebiasaan anak sebagai bagian dari catatan kehidupan. Pesan tersebut ia kaitkan dengan kandungan Surah Al-Insyiqaq tentang catatan amal manusia.

“Hidup itu pada hakikatnya adalah proses membuat catatan. Maka buatlah catatan yang baik,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pendidikan karakter bukan sekadar target akademik. Lebih dari itu, pendidikan karakter membutuhkan keteladanan, pembiasaan, dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten.

Program Madrasah Disampaikan kepada Wali Murid

Penguatan sinergi orang tua dan madrasah kemudian dilanjutkan dengan pemaparan program MTs Muhammadiyah Tawangsari untuk tahun pelajaran 2026/2027.

Waka Kurikulum Ferawati Asna Khoiriyah, S.Pd., menjelaskan program di bidang kurikulum dan akademik. Pemaparan tersebut menitikberatkan pada penguatan target akademik serta pengembangan program pembelajaran.

Sementara itu, Waka Kesiswaan Satrio Aji, S.Pd., memaparkan program terkait kedisiplinan, pembentukan karakter kepemimpinan siswa, serta kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan minat dan potensi peserta didik.

Adapun bidang administrasi dan keuangan disampaikan Eni Indriyani, S.Ag. Penjelasan tersebut mencakup tata kelola administrasi, transparansi, serta efisiensi sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran.

Melalui pemaparan tersebut, madrasah berupaya memberikan gambaran yang jelas kepada orang tua tentang arah pendidikan dan program yang akan dijalankan selama satu tahun ke depan.

Kesaksian Wali Murid tentang Kemandirian Anak

Suasana sosialisasi berlangsung komunikatif. Para wali murid tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mendapatkan ruang untuk menyampaikan tanggapan dan pengalaman selama mendampingi pendidikan anak.

Salah satu kesaksian datang dari Wahid Munadi, orang tua Muh. Zidan Hilal Arhan, siswa kelas 9A Program Khusus Unggulan Tahfidz & IT. Ia menilai program madrasah memberikan perubahan nyata terhadap karakter dan kemandirian anak.

Wahid menceritakan perubahan kebiasaan anaknya dalam menjalankan salat Subuh. Menurutnya, proses tersebut berlangsung bertahap sejak kelas 7 hingga kelas 9.

“Waktu kelas 7, anak saya masih sangat susah dibangunkan salat Subuh. Masuk kelas 8, dia sudah mulai bisa bangun Subuh saat dibangunkan orang tua. Dan luar biasanya, sekarang di kelas 9, dia sudah punya kemandirian penuh dan bisa bangun Subuh sendiri tanpa perlu dibangunkan lagi,” ungkap Wahid.

Testimoni tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan karakter membutuhkan proses. Kebiasaan baik yang dibangun melalui pendampingan sekolah dan keluarga dapat berkembang menjadi kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi untuk Pendidikan Berkualitas

Ketua Majelis Dikdasmen PCM Tawangsari, H. Sri Raharjo, S.Ag., turut menekankan pentingnya komitmen bersama antara penyelenggara pendidikan Muhammadiyah dan wali murid.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan berkualitas. Sebab, program madrasah akan lebih efektif ketika mendapat dukungan dan penguatan dari lingkungan keluarga.

Kepala MTs Muhammadiyah Tawangsari, H. Nardi, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran pendidik juga menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas pendampingan siswa secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, sosialisasi program madrasah bukan hanya menjadi forum penyampaian agenda sekolah. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyatukan langkah antara guru dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.

Dengan sinergi orang tua dan madrasah yang semakin kuat, MTs Muhammadiyah Tawangsari berkomitmen menghadirkan pendidikan karakter yang tidak berhenti di ruang kelas. Dari sekolah dan rumah, madrasah berupaya menumbuhkan generasi yang disiplin, mandiri, berakhlak, dan siap menorehkan catatan kehidupan yang baik.

Kontributor: Janan Qoni’ah


Bagikan Juga Ke