Tabligh Akbar Nguter Tekankan Pentingnya Ukhuwah dan Persatuan

IMG-20260928-WA0027
Bagikan Juga Ke

Nguter, 20 September 2026 — Sekitar 3.500 jamaah menghadiri Tabligh Akbar di Islamic Center Al-Furqon Muhammadiyah Nguter, Ahad (20/9/2026). Mengangkat tema “Mempererat Persaudaraan dan Ukhuwah”, kegiatan ini menjadi momentum untuk menguatkan persatuan umat, menjaga persaudaraan, serta mengajak jamaah bijak dalam menyikapi perbedaan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pesantren Masyarakat Nguter bekerja sama dengan Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Nguter tersebut menghadirkan lima pemateri, yaitu Ust. Rifky Ja’far Thalib, Al Ustadz Nur Kholis Syaifullah, Ust. Drs. H. Wasono Nurhadi, Kang Puji Hartono, dan Gus Azis Mustofa.

Gus Azis Mustofa mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam berteman dan membangun persaudaraan karena Allah. Ia juga mengajak jamaah menerapkan tabayun, yaitu memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. Sikap tersebut penting diterapkan, terutama dalam menggunakan media sosial agar tidak menjadi sumber kesalahpahaman dan perselisihan.

Sementara itu, Ust. Nur Kholid Syaifullah menekankan bahwa persatuan merupakan kekuatan umat Islam. Ia mengingatkan agar umat tidak mudah terpecah hanya karena perbedaan pendapat, pilihan politik, pakaian, maupun persoalan lainnya.

Mengutip QS. Al-Anfal ayat 46, ia mengingatkan bahwa perdebatan dan perselisihan dapat menyebabkan hilangnya kekuatan. Karena itu, hati perlu ditata dan ukhuwah perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ukhuwah tidak cukup hanya menjadi tema dalam kajian, tetapi harus terlihat dalam sikap saling menghormati, membantu, dan menjaga hati dari kedengkian

.Ust. Rifky Ja’far Thalib menjelaskan bahwa Allah menghendaki umat Islam berpegang teguh pada agama-Nya dan tidak bercerai-berai, sebagaimana QS. Ali ‘Imran ayat 103. Ia juga mengutip QS. Al-Hujurat ayat 9–10 yang mengajarkan pentingnya mendamaikan pihak yang berselisih dan menjaga persaudaraan sesama orang beriman.

Dalam materi tersebut, Ust. Rifky juga menjelaskan bahwa perbedaan pendapat di kalangan ulama dapat terjadi karena perbedaan dalam menerima dalil, mengingat dalil, menilai kesahihan riwayat, maupun memahami dalil. Karena itu, perbedaan pendapat tidak semestinya menjadi alasan untuk bermusuhan atau memutus persaudaraan.

Kang Puji Hartono mengajak jamaah untuk hidup dengan hati dan menjadikan majelis ilmu sebagai sarana membersihkan hati, bukan untuk menyakiti orang lain. Ia juga mengingatkan agar manusia senantiasa berharap kepada rahmat Allah dan syafaat Rasulullah ﷺ.

Tabligh Akbar ini menjadi pengingat bahwa ukhuwah bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui hati yang bersih, sikap bijak, saling menghormati, dan menjaga persatuan.Berbeda pendapat boleh, tetapi persaudaraan tetap harus dijaga.

(MPI PCM Nguter)


Bagikan Juga Ke