COLOMADU – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu resmi melantik 20 pengurus baru periode 2026/2027 dalam kegiatan yang berlangsung pada Jumat–Sabtu, 6–7 November 2026, di Masjid An-Nur, SMP Muhammadiyah 7 Colomadu.
Pelantikan ini menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus penyerahan amanah organisasi kepada kader pelajar terpilih. Lebih dari sekadar pergantian kepengurusan, kegiatan tersebut diarahkan untuk membentuk karakter pelajar yang memiliki jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta berlandaskan akhlak mulia dan nilai-nilai kemajuan.
Sebanyak 20 siswa resmi dikukuhkan sebagai pengurus IPM, terdiri atas 17 siswa kelas VII dan tiga siswa kelas VIII. Mereka merupakan siswa terpilih dari 57 peserta yang menunjukkan minat untuk bergabung dan berkontribusi dalam organisasi pelajar Muhammadiyah.
Dalam kepengurusan periode 2026/2027, Naufal Rifqi Wibowo dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua IPM SMP Muhammadiyah 7 Colomadu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan organisasi Muhammadiyah di tingkat Cabang Colomadu. Di antaranya Seno Arianto, S.E., dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Colomadu; Puspitasari Dwi Ariyanti, S.Psi., mewakili Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Colomadu; Asykar Alam Hudi, S.Pd., mewakili Pemuda Muhammadiyah Colomadu; serta Muhammad Fadli Alyudin Putra Laksito, Ketua Bidang Kader PC IPM Colomadu. Hadir pula Muflih Athaillah selaku Ketua PC IPM Colomadu.
Pelantikan Bukan Sekadar Seremonial, tetapi Penyerahan Amanah
Pembina IPM SMP Muhammadiyah 7 Colomadu, Arum Khasanah, S.Pd., menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk peresmian penyerahan amanah yang harus dijalankan dengan kesungguhan dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, organisasi IPM menjadi salah satu ruang pembelajaran penting bagi siswa untuk mengembangkan karakter, kemampuan kepemimpinan, serta keterampilan berorganisasi melalui program kerja dan proses kaderisasi.
“Lakukan yang terbaik dan semampu kalian, dan semaksimal mungkin. Ketika gagal, setidaknya kalian sudah menjalankan semaksimal mungkin,” pesannya kepada para pengurus yang baru dilantik.
Arum juga mengingatkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam berorganisasi adalah menjaga konsistensi ketika semangat mulai mengalami pasang surut. Karena itu, para pengurus diharapkan mampu mempertahankan komitmen dan tanggung jawab hingga akhir masa kepengurusan.
Ia menambahkan, pihak sekolah memberikan dukungan terhadap aktivitas IPM melalui berbagai program sekolah dan pendampingan organisasi. Sejumlah program unggulan juga akan dirumuskan lebih lanjut dalam rapat kerja, di antaranya Suara Senja, Forum Apresiasi Siswa Teladan, dan Kelas Inspirasi.
Kader IPM Diminta Terus Berkembang dan Menjaga Akhlak
Sementara itu, Seno Arianto, S.E., yang mewakili PCM Colomadu, memberikan pesan agar para kader IPM terus mengembangkan potensi diri, berani mengambil peran, serta tetap menjadikan akhlak sebagai landasan dalam berorganisasi.
“Terus terbang tinggi dan pegang teguh akhlak. Terus mencetak kader-kader dengan kolaborasi bersinergi. Jangan baperan, namun berperan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika organisasi. Namun, perbedaan tersebut semestinya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi ruang untuk belajar menghargai, mencari solusi, dan membangun kolaborasi.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas seorang kader tidak hanya diukur dari jabatan atau program yang berhasil dijalankan, tetapi juga dari kedewasaan dalam bersikap, kemampuan bekerja sama, serta keteguhan menjaga nilai-nilai organisasi.
Menumbuhkan Pemimpin Muda yang Berkarakter dan Berkemajuan
Melalui pelantikan pengurus periode 2026/2027 ini, IPM SMP Muhammadiyah 7 Colomadu diharapkan semakin berkembang sebagai wadah pembinaan dan aktualisasi potensi pelajar.
Sinergi antara IPM, pihak sekolah, dan organisasi otonom Muhammadiyah di tingkat Cabang Colomadu diharapkan mampu menghadirkan program-program yang edukatif, inspiratif, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekolah.
Pada akhirnya, organisasi pelajar bukan hanya tempat belajar memimpin, melainkan juga ruang untuk belajar bertanggung jawab, menghargai perbedaan, membangun kepedulian, dan mengabdi.
Dari ruang organisasi inilah diharapkan lahir generasi pelajar Muhammadiyah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kokoh dalam akhlak, matang dalam kepemimpinan, serta siap menjadi kader persyarikatan dan pemimpin masa depan.
Penulis: Ardiana Puspitaningrum
Editor : Tegar S. Ahimza