Surakarta — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Bedah Buku Syarah Ideologi Muhammadiyah: Dasar Langkah Gerakan Islam Berkemajuan pada Rabu, 29 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Siti Badilah UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS pukul 13.00–15.00 WIB ini menjadi ajang penguatan literasi sekaligus pendalaman pemahaman mengenai ideologi Muhammadiyah.
Kegiatan menghadirkan penulis buku, Ustaz Salahuddin Sirizar, Lc., M.A., yang juga menjabat sebagai Direktur Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo Muhammadiyah Cabang Blimbing. Hadir pula sebagai pembedah Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., Wakil Rektor III UMS, serta Dr. Mahasri Shobahiyah, M.Ag., Ketua Lembaga Pengembangan Pondok Islam dan Kemuhammadiyahan UMS.
Acara dibuka dengan sambutan Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran perpustakaan sebagai fasilitas yang nyaman, informatif, dan mendukung budaya literasi di kalangan sivitas akademika. Ia juga mendorong mahasiswa agar lebih aktif memanfaatkan layanan perpustakaan, baik secara langsung maupun melalui layanan digital.
“Buku Syarah Ideologi Muhammadiyah kini telah menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan UMS dan diharapkan dapat memperkaya pemahaman sivitas akademika tentang ideologi Muhammadiyah,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Ustaz Salahuddin Sirizar menjelaskan bahwa buku tersebut lahir dari dokumentasi materi kajian rutin di tingkat Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Cabang Blimbing. Materi yang semula berupa slide presentasi kemudian direkam, ditranskrip, dan disusun menjadi naskah buku bersama penulis kedua, Dr. Muhammad Nasri Dini, S.Pd.I., M.Pd.
“Proses penyusunan buku juga diperkaya dengan rujukan dari dokumen resmi Muhammadiyah, situs resmi organisasi, pemikiran para tokoh Muhammadiyah, serta dalil-dalil Al-Qur’an dan hadis,” jelasnya.
Ustaz Salahuddin juga mengulas salah satu pembahasan penting dalam buku, yaitu konsep uzlah dan ikhtilat. Menurutnya, Muhammadiyah lebih mengedepankan konsep ikhtilat, yakni membaur dengan masyarakat untuk melakukan perbaikan umat, dibandingkan dengan uzlah yang cenderung memilih menyendiri.
“Dalam gerakan dakwah, Muhammadiyah lebih mengutamakan ikhtilat, yaitu hadir dan berbaur di tengah masyarakat untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Dr. Mutohharun Jinan menyoroti bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang menekankan pentingnya sistem organisasi dalam berdakwah sekaligus menjunjung tinggi semangat ijtihad untuk menjawab tantangan zaman. Di sisi lain, Dr. Mahasri Shobahiyah menambahkan pentingnya perspektif inklusif dalam dakwah Muhammadiyah, khususnya dengan memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berperan aktif, salah satunya melalui kegiatan kultum bagi ibu-ibu di lingkungan kampus.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti antusias oleh para peserta. Sebagai penutup, panitia menyerahkan kenang-kenangan kepada para narasumber serta memberikan hadiah kepada peserta yang aktif mengajukan pertanyaan.
Melalui kegiatan Bedah Buku Syarah Ideologi Muhammadiyah di UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS ini, diharapkan tumbuh budaya literasi yang semakin kuat sekaligus memperkokoh pemahaman mengenai ideologi Muhammadiyah sebagai dasar gerakan Islam berkemajuan di kalangan sivitas akademika maupun masyarakat luas.