SUKOHARJO – Transformasi digital di dunia pendidikan tidak lagi menjadi wacana. Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengambil langkah nyata dengan membekali guru-guru Muhammadiyah di Kecamatan Polokarto kemampuan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses pembelajaran, administrasi sekolah, hingga promosi pendidikan yang lebih kreatif dan inovatif.
Sebanyak 26 guru dari 16 sekolah dan madrasah Muhammadiyah mengikuti pelatihan bertajuk Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Transformasi Pembelajaran Digital yang diselenggarakan pada 16 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Prodi Fisika FMIPA UNS yang bekerja sama dengan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Blimbing Polokarto.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas guru agar mampu menghadapi perubahan cepat di era digital sekaligus menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Blimbing Polokarto, Arkanudin, S.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif Prodi Fisika FMIPA UNS dalam menghadirkan pelatihan yang sangat dibutuhkan oleh guru saat ini.
Menurutnya, perkembangan teknologi Artificial Intelligence telah mengubah berbagai aspek pendidikan sehingga guru dituntut tidak hanya mampu menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kompetensi digital yang memadai. Ia berharap seluruh peserta dapat menjadi agent of change di sekolah masing-masing dengan menularkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh kepada rekan-rekan guru lainnya.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Fuad Anwar, menjelaskan bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence harus dipandang sebagai mitra bagi guru, bukan sebagai pengganti.
“AI hadir untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan efektivitas pembelajaran. Guru tetap menjadi aktor utama, sedangkan AI merupakan alat yang dapat membantu menghasilkan pembelajaran yang lebih berkualitas apabila digunakan secara bijaksana,” jelasnya.
Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. Mohtar Yunianto yang mengulas perkembangan Artificial Intelligence, konsep dasar AI, prinsip kerja, hingga implementasinya dalam dunia pendidikan. Peserta juga memperoleh pengalaman praktik langsung menggunakan berbagai platform AI yang saat ini banyak dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, antara lain ChatGPT untuk penyusunan materi ajar, Canva AI untuk desain media pembelajaran, Flow dan Runway AI untuk pembuatan video berbasis AI, serta CapCut sebagai aplikasi penyuntingan video.
Pendekatan hands-on training menjadi kekuatan utama pelatihan ini. Seluruh peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga mempraktikkan secara langsung penggunaan berbagai teknologi AI untuk menyelesaikan kebutuhan nyata di sekolah.
Hasilnya pun sangat menggembirakan. Dalam waktu singkat, setiap kelompok berhasil menghasilkan video profil sekolah dan video pembelajaran berbasis Artificial Intelligence dengan memanfaatkan foto sekolah, logo, data institusi, serta teknik prompt engineering yang dipelajari selama pelatihan.
Produk-produk digital tersebut menunjukkan bahwa teknologi AI mampu menjadi katalis bagi lahirnya inovasi pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas promosi sekolah secara profesional dengan proses yang lebih cepat dan efisien.
Keberhasilan pelatihan juga tercermin dari hasil evaluasi. Nilai post-test menunjukkan rata-rata tingkat penguasaan materi mencapai 77 persen, yang mengindikasikan bahwa mayoritas peserta telah memahami konsep dasar AI sekaligus mampu mengoperasikan berbagai perangkat AI untuk mendukung aktivitas pembelajaran dan pengembangan konten digital.
Tidak berhenti pada pelatihan, Prodi Fisika FMIPA UNS juga menyiapkan program pendampingan berkelanjutan melalui implementasi AI di sekolah, monitoring penerapan teknologi, pembentukan Komunitas Guru AI Muhammadiyah Polokarto, serta pengembangan repositori digital yang berisi modul pembelajaran, media ajar, video edukasi, dan berbagai produk hasil pelatihan.
Program ini diharapkan mampu membangun ekosistem pembelajaran digital yang berkelanjutan sekaligus mempercepat adaptasi sekolah terhadap perkembangan teknologi Artificial Intelligence.
Kegiatan pengabdian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi guru dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan Muhammadiyah.
Melalui program ini, Program Studi Fisika FMIPA Universitas Sebelas Maret kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi teknologi. Kolaborasi yang terbangun diharapkan menjadi model penguatan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, Society 5.0, dan era pembelajaran berbasis Artificial Intelligence.