​Kompak dan Penuh Gelak Tawa, Semarak Agustusan MTs Muhammadiyah Tawangsari Jadi Ajang Unjuk Kolaborasi

7abf4ce7-492d-494a-9ebe-f723892a08c3
Bagikan Juga Ke

​ SUKOHARJO — Suasana halaman utama MTs Muhammadiyah Tawangsari mendadak riuh dan dipenuhi gelak tawa pada Selasa (18/8/2026). Ratusan siswa bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan (tendik) melebur jadi satu dalam kemeriahan Lomba Semarak Agustusan 2026 untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

​Diusung oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) MTs Muhammadiyah Tawangsari, kegiatan berbalut tema “Kompakin Kelasmu, Tunjukin Kolaborasimu!” ini berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 12.15 WIB. Menariknya, perayaan tahun ini tak hanya milik para siswa. Para guru dan tendik pun tak mau kalah antusias untuk terjun langsung memeriahkan area permainan.

​Rangkaian acara diawali dengan ketenangan Sholat Dhuha berjamaah dan pengarahan dari panitia. Namun begitu perlombaan dimulai, suasana berubah menjadi energik. Empat cabang lomba unik disajikan untuk menguji ketangkasan dan kekompakan peserta, yakni Menara Kepala, Lintasan Udara, Langkah Harmoni, serta Angin Badai.

​Setiap cabang lomba dirancang untuk melatih kerja sama antaranggota tim. Pada lomba Angin Badai, para peserta harus mengibaskan kardus atau kertas secara sinkron demi mengarahkan objek ke dalam tampah. Sementara dalam Lintasan Udara, peserta diuji ketangkasannya dalam menjaga keseimbangan balon di udara secara bersama-sama. Adapun pada Menara Kepala dan Langkah Harmoni, koordinasi fisik serta irama gerak kelompok menjadi kunci utama untuk meraih kemenangan.

​Kepala MTs Muhammadiyah Tawangsari, Nardi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa agenda tahunan ini memiliki makna strategis bagi pembentukan karakter peserta didik sekaligus pemenuhan kurikulum madrasah.

​”Kegiatan ini dilaksanakan dengan tiga tujuan utama, yaitu memupuk rasa cinta tanah air, memberikan pengalaman nyata bagaimana bekerja sama dalam sebuah tim, serta menyukseskan agenda madrasah yang telah dicanangkan dalam kurikulum,” tutur Nardi di sela-sela kegiatan.

​Beliau menambahkan, proses belajar tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas melalui buku pelajaran, tetapi juga lewat interaksi sosial dan dinamika kelompok.

​”Harapan kami, ajang perlombaan ini menjadi pengalaman berkesan bagi anak-anak di masa depan. Di sini mereka belajar mengelola kebersamaan, menurunkan ego, dan saling melengkapi demi mencapai tujuan bersama,” lanjutnya.

​Keseruan acara tersebut dirasakan langsung oleh Ardi Prawira Utama, siswa kelas 8B Program Khusus Tahfidz. Ia mengaku sangat menikmati setiap momen perlombaan yang dinilainya mampu mencairkan suasana antar-teman.

​”Senang banget, seru, dan happy sekali bisa ikut kegiatan hari ini. Selain dapat pengalaman baru, kami jadi lebih banyak berkomunikasi dengan teman sekelas. Yang tadi belum terlalu akrab, sekarang jadi makin kompak dan solid demi membela kelas masing-masing,” ungkap Ardi dengan penuh semangat.

​Tak hanya antarkelas, keakraban juga makin terpancar saat para guru dan staf kependidikan ikut memasang aksi di lapangan. Gelak tawa pecah ketika menyaksikan para pendidik yang sehari-hari tampil formal di kelas, kini tampil lepas dan padu bersama siswa.

​Kemeriahan ditutup dengan sesi pembagian hadiah bagi para pemenang perlombaan serta Sholat Dhuhur berjamaah. Semarak Agustusan 2026 ini berhasil membuktikan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara yang edukatif, hangat, dan menguatkan tali silaturahmi seluruh warga madrasah.

Kontributor: Janan Qoni’ah


Bagikan Juga Ke