SUKOHARJO – Kekuatan doa dan keteladanan orang tua menjadi pilar utama dalam mencetak generasi anak shalih yang berakhlak mulia. Hal tersebut menjadi fokus pembahasan mendalam dalam Pertemuan Ke-2 Paguyuban Orangtua Santri Asatidzah (POSA) SD Muhammadiyah Imam Syuhodo yang digelar pada Jumat (9/10/2026) pukul 13.00 WIB. Acara silaturahmi ini berlangsung khidmat di rumah Bp. Hasan / Ibu Iis (rumah Mbak Numa kelas 2A), Jatirejo RT 01 RW 05, Polokarto, Sukoharjo.
Pertemuan ini dihadiri secara lengkap oleh para wali murid dan santri kelas 2A, 2B, dan 2C, serta didampingi oleh para guru kelas. Rangkaian acara diawali dengan sambutan hangat dari perwakilan tuan rumah, Ambar Sari, S.Pd., M.Pd. (tante dari Mbak Numa), dilanjutkan lantunan tilawah Al-Qur’an bersama yang dipimpin oleh Ustadzah Ayuk. Ketua POSA, Fery Kurniawan, S.Kom., dalam sambutannya mengapresiasi kebersamaan seluruh wali murid yang hadir untuk terus belajar mendampingi tumbuh kembang anak.
Dahsyatnya Doa dan Kesholehan Orang Tua untuk Anak
Hadir sebagai pembicara utama, Dr. Muhammad Nasri Dini, Dosen FAI Universitas Muhammadiyah Klaten, memaparkan materi seputar pilar-pilar keberhasilan mendidik anak. Beliau menegaskan bahwa hidayah dan keshalehan anak merupakan hak prerogatif Allah ﷻ, sehingga orang tua wajib memperbanyak doa dan menjauhi prasangka buruk.
Dr. Muhammad Nasri Dini mencontohkan doa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan mengingatkan hadits Rasulullah ﷺ tentang tiga doa yang mustajab, salah satunya doa orang tua. “Jangan sekali-kali mendoakan keburukan bagi anak, karena para malaikat mengaminkan setiap ucapan kita. Orang tua juga harus terlebih dahulu berupaya menjadi shaleh, memperbanyak ibadah, dan memberikan teladan nyata sebelum menuntut anak menjadi shalih,” papar beliau.
Amanah Pendidikan dan Keberkahan Membiayai Penuntut Ilmu
Selain aspek doa dan keteladanan, penceramah juga mengulas pentingnya komitmen dan kesepakatan dalam pembiayaan pendidikan. Memenuhi kesepakatan kewajiban biaya sekolah merupakan bagian dari prinsip kejujuran yang diajarkan Islam, sehingga orang tua diimbau tidak menunda-nunda kewajiban administrasi.
Beliau menutup paparan materinya dengan menyampaikan keutamaan membiayai penuntut ilmu. Mengutip hadits Nabi ﷺ tentang dua orang bersaudara pada zaman Rasulullah, beliau mengingatkan bahwa kelapangan rezeki seorang hamba bisa jadi mengalir karena keberkahan membiayai anak-anak yang sedang menuntut ilmu agama.
Penutupan dan Pembagian Raport Mid Semester
Setelah sesi pemaparan materi dan tanya jawab yang interaktif, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian rapot mid semester. Para orang tua berkesempatan bertemu langsung dengan guru kelas untuk mengevaluasi capaian belajar serta kedisiplinan putra-putri mereka selama setengah semester berjalan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kerja sama antara orang tua dan pihak sekolah semakin erat, sehingga visi melahirkan generasi Rabbani yang unggul dan berakhlaqul karimah dapat terwujud dengan optimal.