Satu Amplop Sejuta Harapan, SD Muhammadiyah Palur Galang Rp14,42 Juta untuk Korban Gempa NTT

IMG-20260829-WA0001
Bagikan Juga Ke

Sukoharjo — Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan keluarga besar SD Muhammadiyah Palur melalui aksi penggalangan dana kemanusiaan. Selama tiga hari, 24–26 Agustus 2026, murid, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua siswa bersama-sama mengumpulkan donasi yang mencapai Rp14.420.200.

Aksi solidaritas tersebut berlangsung di lingkungan SD Muhammadiyah Palur. Panitia menempatkan kotak donasi di area depan sekolah sehingga mudah dijangkau warga sekolah setiap pagi.

Dengan membawa amplop berisi uang sumbangan, para murid dan orang tua secara bergantian memasukkan donasi ke dalam kotak yang telah disediakan. Sementara itu, guru dan tenaga kependidikan turut menunjukkan dukungan terhadap gerakan kemanusiaan tersebut.

Dari Lingkungan Sekolah untuk NTT

Ketua kegiatan, Anis, menjelaskan bahwa penggalangan dana tidak sekadar bertujuan menghimpun bantuan bagi korban bencana. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan kepedulian sosial bagi para murid.

Melalui aksi sederhana tersebut, murid belajar bahwa membantu sesama tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Sebaliknya, kebiasaan menyisihkan sebagian rezeki dapat menjadi bentuk nyata kepedulian ketika orang lain sedang menghadapi musibah.

“Kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah.” Demikian pesan yang disampaikan Anis dalam kegiatan tersebut.

Menurut Anis, keterlibatan murid sejak proses penggalangan dana diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati dan semangat berbagi. Dengan demikian, nilai kemanusiaan tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rp14,42 Juta Disalurkan melalui Lazismu

Antusiasme keluarga besar SD Muhammadiyah Palur akhirnya menghasilkan donasi sebesar Rp14.420.200. Seluruh dana tersebut kemudian disalurkan secara resmi melalui Lazismu PDM Sukoharjo untuk diteruskan ke wilayah yang terdampak gempa bumi di NTT.

Bagi warga sekolah, jumlah tersebut bukan sekadar angka. Setiap amplop yang masuk ke kotak donasi menjadi simbol gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang berjuang menghadapi dampak bencana.

Anis menyampaikan apresiasi kepada seluruh murid, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua siswa yang telah ikut berpartisipasi. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberi manfaat bagi para korban sekaligus mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak.

Aksi solidaritas SD Muhammadiyah Palur untuk korban gempa NTT menunjukkan bahwa kepedulian dapat tumbuh dari lingkungan pendidikan. Dari satu amplop yang disisihkan dengan ikhlas, terkumpul jutaan rupiah dan sejuta harapan agar masyarakat NTT segera bangkit dan pulih.

Kontributor: Choerul Anam


Bagikan Juga Ke