Guru SMP MUTU Terus Belajar, Siapkan International Class Program untuk Siswa

IMG-20260830-WA0016
Bagikan Juga Ke

COLOMADU – Guru SMP Muhammadiyah Tujuh Colomadu (SMP MUTU) terus memperkuat kompetensi untuk menyiapkan International Class Program (ICP). Upaya tersebut menjadi fokus Focus Group Discussion (FGD) bertema “Guru SMP MUTU Belajar, Siswa Ikut Naik Kelas” yang berlangsung Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan ini menegaskan komitmen SMP MUTU untuk membangun layanan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, sekolah tidak hanya mendorong siswa untuk terus belajar, tetapi juga mengajak guru menerapkan semangat long life learning dalam pengembangan profesional.

Perkuat Kompetensi Guru

Dalam FGD tersebut, para guru membahas tiga pilar utama pengembangan pembelajaran. Ketiganya meliputi program digital terintegrasi, penguatan kemampuan bilingual, serta pendalaman literasi dan numerasi.

Selanjutnya, ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan implementasi International Class Program (ICP) di SMP MUTU. Program ini diarahkan untuk membekali siswa dengan kompetensi akademik, teknologi, bahasa, sekaligus karakter.

Kepala SMP Muhammadiyah Tujuh Colomadu, Arum Dyah Ripdianti, menegaskan bahwa kualitas sekolah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengelola pembelajaran.

“Selaku Kepala SMP Muhammadiyah 7 Colomadu, saya memfasilitasi kegiatan FGD ini sebagai bentuk nyata pengembangan kompetensi guru. Hal penting dalam menyiapkan sekolah yang berkualitas dalam layanan pembelajaran di antaranya adalah SDM guru yang cerdas dan berkarakter,” ujar Arum.

Menurut Arum, guru yang terus belajar akan lebih siap menciptakan pembelajaran yang inspiratif. Dengan demikian, peningkatan kapasitas guru diharapkan berdampak langsung pada perkembangan siswa.

Coding, Bilingual, dan Penguatan Keislaman

Persiapan ICP di SMP MUTU juga membawa visi pembelajaran yang memadukan teknologi, kemampuan bahasa, dan penguatan nilai keislaman.

Dalam rancangan program tersebut, siswa akan mendapatkan pembelajaran coding hingga 10 jam per minggu. Selain itu, mereka memperoleh pembelajaran bilingual dan penguatan spiritual melalui kegiatan mengaji selama enam jam.

Tim pengembang kurikulum menekankan bahwa pembelajaran tetap harus serius sekaligus menyenangkan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa nyaman belajar sekaligus memiliki kompetensi yang mampu bersaing secara global.

“Konsepnya adalah belajar serius, namun tetap dibuat asyik dan menyenangkan. Kami ingin siswa betah dan kompeten secara global tanpa kehilangan identitas keislaman,” lanjut Arum.

Karena itu, transformasi pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penguasaan teknologi atau bahasa asing. Sekolah juga berupaya menjaga keseimbangan antara kompetensi global dan karakter keislaman.

Guru Naik Kelas, Siswa Ikut Naik Kelas

Suasana FGD berlangsung hangat dengan diskusi antarguru mengenai arah pengembangan pembelajaran di SMP MUTU. Forum tersebut menjadi ruang bagi para pendidik untuk menyamakan visi sekaligus merumuskan langkah menuju implementasi program pendidikan yang lebih adaptif.

Bagi SMP MUTU, peningkatan kualitas guru menjadi bagian penting dari proses transformasi sekolah. Guru yang terus mengembangkan kompetensi diharapkan mampu menghadirkan kelas yang lebih kreatif, relevan, dan inspiratif.

Dengan semangat long life learning, SMP MUTU ingin memastikan bahwa kemajuan guru berjalan seiring dengan perkembangan siswanya. Sebab, International Class Program (ICP) bukan sekadar program baru, melainkan bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi yang kompeten secara global tanpa kehilangan karakter dan identitas keislaman.

Kontributor: Arum Dyah Ripdianti


Bagikan Juga Ke