Tabligh Akbar Wonorejo Sukoharjo Dihadiri 8.000 Jemaah, Syafiq Riza Basalamah: Ormas Hanya Wadah, Jangan Memecah Belah Umat

IMG_0087
Bagikan Juga Ke

Kontributor : Tegar S. Ahimza

SUKOHARJO – Lebih dari 8.000 jemaah memadati Lapangan Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jumat malam (6/11/2026), dalam gelaran Tabligh Akbar bertema “Bersama Satukan Bangsa”. Ribuan umat Islam dari berbagai daerah berkumpul untuk mengikuti majelis ilmu sekaligus menyimak pesan persatuan dan persaudaraan Islam yang disampaikan Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, Lc., M.A.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut menjadi momentum istimewa karena diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah sekaligus Hari Jadi ke-47 Desa Wonorejo. Perhelatan ini mempertemukan semangat dakwah, kebersamaan masyarakat, dan komitmen menjaga kerukunan di tengah keberagaman organisasi kemasyarakatan.

Syafiq Riza Basalamah: Persaudaraan Muslim Lebih Besar daripada Identitas Ormas

Dalam tausiyah utamanya, Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, dosen STDI Imam Syafi’i Jember, menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menempatkan persaudaraan sesama Muslim di atas sekat-sekat organisasi.

Ia mengingatkan bahwa identitas organisasi kemasyarakatan Islam semestinya menjadi sarana untuk berbuat kebaikan, bukan justru menjadi alasan untuk saling menjauh, merendahkan, atau memutus persaudaraan.

“Selama mereka masih Muslim, mereka saudara kita. Mereka punya hak atas diri kita dan ini yang kadangkala kita lupa. Kita berpikir saudara kita adalah yang satu ormas. Ingat, ormas itu jangan sampai memecah belah kita. Itu hanya wadah,” tegasnya di hadapan ribuan jemaah.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan penting dalam kegiatan bertema Bersama Satukan Bangsa. Perbedaan organisasi, metode dakwah, maupun latar belakang gerakan keislaman hendaknya tidak menghilangkan ikatan ukhuwah Islamiyah.

Organisasi merupakan wadah perjuangan dan pengabdian. Sementara persaudaraan, kepedulian, dan persatuan merupakan nilai yang harus terus dijaga bersama.

Pesan ini sekaligus relevan dengan kehidupan kebangsaan Indonesia yang dibangun di atas keberagaman. Persatuan umat dan kerukunan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga keutuhan bangsa.

Sinergi Pemerintah Desa dan Muhammadiyah Hadirkan Dakwah untuk Masyarakat

Tabligh Akbar ini turut dihadiri Kepala Desa Wonorejo, Yusuf Aziz Rahma, S.Pd., M.M., serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah Blimbing, Andi Asadudin, S.Psi.

Kolaborasi pemerintah desa dan unsur Persyarikatan Muhammadiyah dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi berbagai elemen masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang religius, harmonis, dan berbudaya.

Kehadiran ribuan jemaah dari berbagai wilayah juga menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan dakwah dan majelis ilmu.

Sejak sebelum acara dimulai, kawasan Lapangan Desa Wonorejo telah dipadati jemaah beserta kendaraan roda dua dan roda empat. Tingginya mobilitas pengunjung menjadikan kawasan sekitar lokasi kegiatan dipenuhi aktivitas masyarakat hingga malam hari.

Bagi Desa Wonorejo, kegiatan ini tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan hari jadi desa, tetapi juga momentum memperkuat identitas desa sebagai lingkungan masyarakat yang religius dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

Kokam dan Elemen Kepemudaan Dukung Kelancaran Kegiatan

Besarnya jumlah jemaah yang hadir membutuhkan koordinasi dan dukungan berbagai unsur untuk memastikan kegiatan berjalan tertib.

Unsur Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), bersama elemen kepemudaan dan masyarakat setempat, turut mengambil peran dalam mendukung pengamanan serta kelancaran kegiatan.

Keterlibatan unsur kepemudaan tersebut menjadi gambaran nyata kontribusi generasi muda dalam mendukung aktivitas keagamaan dan kehidupan bermasyarakat.

Pengamanan dan koordinasi di sekitar lokasi menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan jemaah yang datang dari berbagai daerah.

Momentum Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah, Merawat Persatuan Bangsa

Penyelenggaraan Tabligh Akbar Bersama Satukan Bangsa di Desa Wonorejo memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan momentum Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah serta Hari Jadi ke-47 Desa Wonorejo.

Melalui kegiatan ini, pesan dakwah tidak hanya berhenti pada penguatan spiritualitas individu, tetapi juga menyentuh persoalan sosial yang lebih luas, yakni pentingnya membangun persaudaraan, toleransi, dan persatuan di tengah masyarakat.

Ribuan jemaah yang hadir menjadi gambaran bahwa majelis ilmu masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.

Tabligh Akbar tersebut ditutup dengan doa bersama. Pesan yang mengemuka dari Lapangan Desa Wonorejo malam itu menjadi pengingat bahwa perbedaan organisasi tidak seharusnya mengalahkan persaudaraan.

Sebab, organisasi boleh berbeda, jalan pengabdian boleh beragam, tetapi persatuan dan persaudaraan harus tetap menjadi kekuatan bersama untuk umat dan bangsa. (Ahimza)


Bagikan Juga Ke